Fenomena kedai kopi yang menarik rem tangan

Halo reader .. , sudah minum Kopi ?

Melihat berkembang pesat nya bisnis kopi hari ini , membuat kita semua bangga atas perkembangan wirausaha di Indonesia khusus nya di bidang kopi . Kita harus berterima kasih kepada owner-owner kedai kopi yang ada di Indonesia , Karena telah banyak menyerap tenaga kerja lokal .

Melihat sektor bisnis ini (kopi) terbilang Gampang Gampang Susah (GGS) , Gampang memulainya , Gampang ramenya , Susah bertahannya . Tapi S kenapa susah yah ? OK kita coba bedah berdasarkan pengalaman teman 2sks .

Faktor S , Susahnya bertahan itu paling banyak karena faktor cashflow (perputaran uang) yang tidak sehat . Faktor ini memiliki banyak sekali turunan sub faktor . Sub faktor pertama disebabkan paling banyak karena expenses vs revenue yang tidak seimbang . Dan pada saat revenue menurun , Kekuatan financial owner tidak dapat menyuntikkan dana tambahan . Dan doorrrr…. !! bisnis berhenti .

Hal ini sama ibarat mobil manual yang sedang mendaki tiba-tiba kehabisan bahan bakar lalu mesin mobil off dan rem tangan ditarik . Dan driver harus mencari bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan . Beratnya situasi menyalakan mobil diposisi mendaki itu driver harus paham menggunakan persenelan 1 . Hanya 2 hasilnya , Pertama kamu berhasil melanjutkan pendakian dengan effort yang keras atau mobil kamu jatuh di kaki gunung dan memulai dari awal pendakian lagi . Semua hal ini sangat bergantung dengan kemampuan dari driver (owner) .

Sub faktor dari revenue (omzet) adalah calon pelanggan tidak tertarik dengan bisnismu. Atau ketika mereka sudah menjadi pelanggan , Mereka memilih untuk tidak ingin bertahan . Hal ini disebabkan halusinasi owner meleset pada saat memulai , Karena 3 faktor ini :

  1. Strategis (geolocation) , Hal ini tergolong sangat besar pengaruhnya dalam bisnis kalian . Kemudahan akses calon pelanggan untuk berkunjung ke tempat kita . Jangan memberi effort lebih ke calon pelanggan atau pelanggan untuk datang ke tempat kita dan pulang untuk kembali beraktifitas .
  2. Vibes (Environment) , Suasana kedai kopi adalah hal yang menentukan selanjutnya . Terkait suasana ada 2 hal yang menurut teman 2sks menjadi penyebab . Pertama , Karena suasana ditempat itu memang secara alami sangat ramah bawaannya adem dan tenang. Biasanya jauh dari kebisingan , pandangan terlihat luas dan hangat . Kedua , Suasana diciptakan oleh tangan arsitek dalam bentuk pengaturan user interface (UI) , User Experience (UX). Mulai dari pemilihan warna, pencahayaan , tata letak dan tempat cara duduk .
  3. Not Good but Great Teste , Rasa yang dikecap oleh lidah pelanggan akan dikirimkan ke otak lalu direkam dan akan menjadi sugesti selanjutnya menjadi kebutuhan . Bagian ini terkadang kurang diperhatikan oleh owner atau lebih tepatnya mereka lebih fokus untuk meminimalisir cost of product agar mendapatkan lebih banyak margin di setiap produk. Hal lain juga seperti kurangnya konsultasi owner kepada calon pelanggan . Dampaknya , Pelanggan tidak menghabiskan minuman yang terletak di meja bisnis kamu .

Ke-3 faktor diatas merupakan pondasi awal bisnis kopi yang harus kamu pertimbangkan sebelum kamu memulai bisnis kopi . Banyaklah mendengar dan menggali informasi terlebih dahulu , Gairah wirausahamu sangat keren , Tetapi jangan sampai membuat mata dan telingamu tertutup.

HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk Coffeeshop

Berikut adalah penjelasan lengkap dan mendalam tentang HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dalam konteks coffee shop —[…]

Peluang Usaha Dapur Makan Bergizi Gratis , bisnis coffeeshop tertinggal

Program Dapur Makan Bergizi (MBG) yang diinisiasi oleh BGN (Bersama Gizi Nasional) membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-profit,[…]

Persiapan Cina dalam mengembangkan perkebunan kopi

1. Ekspansi Besar-besaran di Yunnan & Daerah Tropis 2. Dukungan Pemerintah & Investasi Teknologi Hijau 3. Model “Coffee Estate +”[…]